Written by Sekolah Indonesia Cairo    Saturday, 09 August 2008 08:33    PDF Print E-mail
IMPLEMENTASI “MOVING CLASS” DI SEKOLAH INDONESIA CAIRO.

Pendahuluan.

Pada sekolah regular di tanah air biasanya kegiatan belajar mengajar menempatkan peserta belajar di kelas berdasarkan tingkatan kelasnya masing-masing. Dalam hal ini siswa menjadi “objek” yang didatangi oleh guru. Dari segi administrasi bisa jadi pola seperti ini merupakan pola yang paling mudah, pengadministrasian menjadi lebih mudah dilakukan. Pergerakan peserta didik ketika pergantian jam pelajaran atau mata pelajaran menjadi pada posisi “nol”. Guru menjadi objek yang terus bergerak dari satu kelas ke kelas lainnya.

Kelas menjadi “rumah tinggal” yang menyenangkan bagi siswa, siswa bisa berkreasi mengatur kelasnya sedemikian rupa. Banyak kenangan yang bisa didapatkan oleh seluruh siswa, “rumah tinggal” yang menyenangkan. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan dalam konsep pengelolaan kelas. Meniru model pengelolaan kelas di Negara-negara lain, seperti Australia, Malaysia dan Negara lainnya. Model pengelolaan kelas yang menempatkan siswa sebagai “objek” yang didatangi oleh guru, mulai mengalami perubahan, guru sekarang menjadi “objek” yang didatangi oleh siswa sebagai peserta didik. Kalau sebelumnya siswa memiliki posisi “nol” dalam pergerakan kelas, maka sekarang guru menempati posisi “nol”.

Dalam kondisi seperti aktivitas siswa menjadi sangat aktif dalam kegiatan belajar mengajar, karena sebagai peserta didik, dia harus mencari dan menemukan kelasnya. Pergerakan siswa menjadi dinamis, “kebosanan atau kejenuhan” yang biasanya terjadi berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Siswa peserta didik sekarang menempatkan dirinya sebagai pencari ilmu, sebagai “pengembara” yang haus dengan berbagai ilmu pengetahuan.

Kondisi seperti inilah yang sekarang di kenal dengan istilah “moving class”, walau demikian kita bisa berbeda persepsi dengan penggunaan istilah ini. “Kelas koq berpindah-pindah, bukankah yang mestinya berpindah itu siswanya?” Bisa jadi istilah yang bisa menjelaskan kondisi seperti ini adalah “moving students”, apalah artinya sebuah nama demikian Shakespare, seorang sastrawan besar dunia ini berkilah tentang arti sebuah nama. Yang penting esensi yang ingin kita tangkap adalah terjadi perubahan aktivitas, siswa yang semula menempati posisi “nol” sekarang memiliki posisi aktif.

Moving Class di SIC.

Sekolah Indonesia Cairo,SIC, sebagai sekolah yang memiliki histori yang cukup panjang didirikan sejak tahun 1956. Sekolah Indonesia pertama yang didirikan di luar negeri, dalam hal ini cairo. Mulai dari kelas sederhana yang di kelola oleh para pelajar Indonesia di Mesir, pernah menempati beberapa lokasi sampai sekarang menempati gedung berlantai 4 didaerah yang cukup bergengsi di kawasan Dokki, Cairo.

Bangunan sekolah yang memiliki ruangan ruangan yang dirancang sebagai sekolah kecil, ternyata telah memiliki paling tidak 6 tingkat kelas pada tingkat SD, 3 tingkat kelas pada tingkat SMP dan 3 tingkat kelas pada tingkat SMA. Bisa dibayangkan sekolah dengan tiga jenjang pendidikan berada dalam satu atap, kondisi yang sangat jarang kita lihat di sekolah-sekolah di tanah air. Belum lagi dengan aktifitas siswa taman kanak-kanak yang tetap eksis, menambah ramainya suasana sekolah kita. Di tanah air kita hanya bisa melihat satu sekolah dengan satu jenjang pendidikan saja. Nah, itulah uniknya SIC! Unik memang, mengelola tiga jenjang pendidikan dalam satu atap bukan pekerjaan yang mudah.

Di awal semester genap pada tahun ajaran 2008-2009 ini SIC mencoba melakukan suatu perubahan dalam pendekatan pengelolaan kelas. Yang semula straegi pengelolaan kelas masih melakukan strategi regular yang menempatkan posisi peserta didik sebagai kelompok belajar yang didatangi, sekarang SIC menempatkan peserta didik sebagai benar-benar pencari ilmu. Mengubah model kelas regular menjadi “moving class” memberikan nuansa baru, peserta didik menjadi sangat antusias melakukan perpindahan setiap pergantian pelajaran.

Memulai dengan sarana dan prasarana yang ada, program “moving class” dilaksanakan. Koridor kelas yang biasanya sepi, sekarang menjadi ramai. Peserta didik segera bergerak berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya. Wajah-wajah mungil yang haus akan ilmu pengetahuan berhamburan dari satu kelas ke kelas lainnya. Guru tak bisa lagi seperti biasanya dia mesti aktif menyongsong para pencari ilmu.

“Moving class” memerlukan berbagai sarana pendukung diluar kesiapan para guru yang sekarang mesti menunjukkan dirinya sebagai seorang “manajer” di ruangannya. Sekarang guru-guru mesti bisa menjadi pengelola kelas. Posisi meja belajar gimana? Kebersihan dan kerapihan gimana? Apa yang akan dipajang? Pajangan apa yang ingin ditampilkan? Menjadi tanggung jawab dari gurunya.

Fasilitas TI (teknologi informasi) dikelaspun sekarang mulai masuk, dunia internet yang kaya dengan berbagai keperluan pembelajaran menjadi mudah di akses, para peserta didik akan lebih mudah mendapatkan berbagai pengetahuan dari kelasnya masing-masing.

Kelas yang bermakna adalah kelas yang bisa memberikan banyak hal kepada para peserta didik, pendekatan “moving class” dan sarana lain hanya merupakan bagian-bagian kecil dalam kontribusi membangun generasi yang unggul. Menjadikan kelas semakin bermakna, menarik dan menyenangkan menjadi tanggung jawab para pengelola kelas. Dengan “moving class” kita jadikan kelas-kelas kita menjadi kelas yang efektif dan efisien. Jargon “every minutes is counting” yang sempat kita kembangkan, menurut hemat saya masih sangat dan relefan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Cairo, 19 Feb 2009.

Achmad Isrona, di Kantor KOnsuler KBRI Cairo, Nasr City. Sambil nunggu surat  ke kantor imigrasi Mesir.

 

Last Updated ( Monday, 25 January 2010 17:21 )
 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.